Langsung ke konten utama

Viral Nikah Muda vs Nikah Usia Matang

 



Baru-baru ini Viral di sosmed tentang penyesalan seseorang nikah di umur matang karena terlalu khawatir dengan ekonominya yang dikira masih serba kekurangan.

Namun setelah dijalani Alhamdulillah semua rejekinya terbuka, penyesalan terbesarnya nikah usia matang karena belum sempat diketahui ibunya karena berpulang lebih dulu. Padahal Ibunya sudah menyuruhnya nikah dari dulu.

Dari viral tersebut yang menarik adalah komentar yang terbagi dua kubu antara yang mendukung menikah muda atau usia matang, Jadi mana yang seharusnya?

Nah Saya searching data menemukan fakta bahwa kasus perceraian capai 2888 kasus 81% karena usia muda.

Penyebab mulai dari pertengkaran hingga Ekonomi, Namun intinya karena Masalah pendidikan yang rendah. Perceraian pendidikan SD 56 %, 25 % SMP, sisanya SMA dan Sarjana.

Tentu jika tarik benang merah mengarah kepada kurang dewasanya disebabkan pendidikan yang kurang sehingga merembet kepada ekonomi dan cara bertindak.

Juga jika dicek di agama tidak ada spesifikasi umur baiknya (cmiw) berapa nikah, tapi lebih ke arah kesiapan. 

Yang ada hanya hukum wajib, bagi yang takut Zina jika menahan menikah, Sunah bagi yang mampu materi tapi masih bisa menghindari zina, makruh bagi yang mampu tapi tidak melaksanakan, haram bagi yang malah mengarah kepada kekerasan nantinya.


Sebenarnya nikah mudah juga tentu lumayan yg berhasil, Yups tergantung kedewasaannya.

Kalau menurutku nikah muda atau usia matang memiliki resiko masingmasing, seperti nikah muda cenderung ekonomi masih belum mapan dan kedewasaan masih belum berpengalaman tapi stamina masih oke.

 Sebaliknya Nikah matang memang cenderung lebih dewasa dan agak mapan namun stamina sudah mulai berkurang.

Cenderung ya artinya belum tentu juga, dan mapan disini artinya setidaknya sudah mandiri.

Ini memang pro dan kontra, Walaupun banyak yang nikah muda gagal, tapi ada yg nikah muda berhasil, sebaliknya ada yg nikah usia matang juga berhasil dan gagal juga, menurutku pembedanya kesabaran saja, karena setiap pernikahan ada ujian nya masing-masing dari Allah, yang berhasil yang sabar.


Baca juga Trends Berburu Takjil Non Islam yang Viral




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Zom 100 : Mewujudkan 100 Impian Sebelum Menjadi Zombie

 Kalau judul dalam bahasa Inggris  Zom 100 : Bucket List of The Dead dan  judul Versi Bahasa Jepang adalah  Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto. Versi live action Netflix jepang pun sudah ada tapi disini Saya hanya baru lihat versi animenya. Kenapa ini menarik karena saya coba ingin meniru hal yang dilakukan oleh pemeran utama atau MC nya dan alasannya. Karena takut terlalu spoiler, Jadi Saya disini hanya akan mereview secara garis besar dan mengapa teman-teman coba harus nonton juga. Latar cerita anime ini, Tidak dijelaskan mengapa orang-orang berubah jadi zombie jadi tiba-tiba langsung jadi zombie tapi latar cerita utamanya adalah tentang i mpian seseorang menjadi pegawai di perusahaan Impian. Kenapa Latar cerita tersebut ini dijadikan Latar utamanya, Walaupun ini tema zombie tapi tujuan utama ini lebih ke arah Motivasinya dan Realita kejam kehidupan.  Awal Cerita si MC ini sudah diterima tempat kerja impian dan disambut dengan pesta penyambutan, biasa dengan makan-mak

Tanah Abang Masih difavoritkan untuk segmen Ibu-ibu, Bagaimana dengan anak mudanya?

  Sebelum H-1 puasa saya dan orang tua pergi ke Tanah Abang, benar saja Sangat Ramai terutama di Blok pakaian dan Tempat Makanan. Seperti kata pedagang ini akan terus ramai sampai Lebaran, Saya cek di kanal web berita benar sampai sekarang Ramai. Peningkatan omset pedagang hampir lebih 50%. Seperti kita tahu pemberitaan Tanah Abang sebelum-belumnya banyak yg protes pedagangnya karena penurunan omset. Mereka menuntut seperti pembelajaan online seperti TikTok shop, Shopee diblokir. Namun setelah tiktok shop diblokir sementara, tanah Abang masih sepi untuk hari-hari biasa. Yups menurut saya segmen tanah Abang lebih ke Ibu-ibu dan bapak yang untuk belanja pribadi ataupun dijual kembali. Dan saya cek di toko anak muda seperti pakaian dan toko sport, memang sepi pembeli. Saya amati juga jarang banget melihat anak muda yang lewat, hanya beberapa saja. Namun ketika saya cek di Toko pakaian terutama pakaian muslim, Sangat Ramai pembeli ibu-ibu dan Bapak-bapak. Artinya Segmen utama tanah Abang a

Trends Berburu Takjil Non Islam yang Viral

  Budaya keberagaman yang harus dilestarikan, Budaya keberagaman yang dibalut bercanda, saling menghormati dan mamajukan perekonomian. Netizen sosmed seperti Twitter memang keren-keren, Bagaimana membalut keberagaman menjadi konten yang menarik dan lucu. Untukmu agamamu dan untukku Takjilmu, itulah quote viral yang banyak diikuti warga Net Non Islam sambil membuat konten beli takjil. Keberagaman di Indonesia memang sangat kental terutama agama, tak heran sering jadi gesekan seperti yg lagi hot Nyepi di Bali, Tapi dengan Saling paham kita bisa menghormati dengan cara seperti ini tanpa saling sikut. Dengan cara ini juga membuat perekenomian bisa maju, Warga mulai banyak yang mengikuti beli takjil sambil ngonten, Alhasil Umkm mulai terbantu. Muslim senang, Non muslim, senang dan Umkm Pedagang terbantu. Konten creator dapat konten dan ikut membantu penyebaran hal positif (pahala) dan tentu saja netizen terhibur. Baca juga Kenapa Orang yang punya pendidikan dan Link lebih mudah Sukses.