Langsung ke konten utama

Celah Pasar yang ditinggalkan Indihome yang Sombong kah?



Sebagai pengguna Indihome cukup lama, Sayar bahwa Layanan provider internet ini memiliki celah Pasar yang sudah siap diisi pesaingnya.

Tempat saya adalah sebuah komplek perumahan yang cukup terpelosok. Belum ada provider yang masuk, Hingga muncul lah Indihome.

Karena kerjaan sehari-hari membutuhkan internet yg besar, tidak ragu berlangganan dan membeli paket menengah.

Setahun kemudian, Muncullah provider-provider pesaingnya. Salah satu provider internet swasta.

"Sudah pakai berlangganan provider internet pak?"

"Oh iya sudah"

"Oh ini saya dari MyRepubl*c, mau menawarkan juga"

"Ini pak dengan paket yg hampir sama kita memiliki harga lebih murah, gratis pemakaian, jika ada masalah teknis kami langsung datang kesini, tidak perlu menunggu lama"

"Ini juga tadi ada beberapa pelanggan Indihome yang beralih juga, karena sering gangguan dan susah pelayanan perbaikinya.
Dan sekarang sedang promo jika pemasangan sekarang gratis anu"

"Wah menarik" ( Saya benar-benar tertarik)

Dari sana saya sadar, bahwa MyRepubl*c ini sudah sadar kelemahan Indihome dan menawarkan semua solusi.

Tidak heran banyak yang beralih kesana.

Yang perlu digarisbawahi, MyRepubl*c ini tidak membuka pasar baru tapi pasar yang sudah dimasukki Indihome.

Sehingga Pasar sudah terbentuk siap pakai, tidak perlu edukasi berlebihan lagi.

Hanya perlu biaya Akusisi saja, Yups dengan menawarkan berbagai solusi permasalahan Indihome dan bonus di awal.

Tentu ini lebih efektif dan Efisien. 

Secara tidak sadar kini pasar Indihome sedang digerogoti pesaingnya.

Apalagi karena sebagai plat merah, Indihome diuntungkan dengan modal dan regulasi, Sehingga tidak heran jadi pemimpin pasar saat ini.



Dari data sampai 2023 Indihome telah menguasai 75% pasar, pesaing terdekat First Media 31.9%, My Republic 2.92%, sisanya pemain baru.

Akankah Indihome ini berleha-leha ditengah muncul gempuran provider internet baru yaitu berjumlah 1000 provider.

Dengan banyaknya keluhan layanan yang lambat, masalah gangguan internet hingga harga yang lebih mahal dengan pesaingnya.

Tentu ini akan mudah beralih, Karena begitu pun saya yang tergoda.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Zom 100 : Mewujudkan 100 Impian Sebelum Menjadi Zombie

 Kalau judul dalam bahasa Inggris  Zom 100 : Bucket List of The Dead dan  judul Versi Bahasa Jepang adalah  Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto. Versi live action Netflix jepang pun sudah ada tapi disini Saya hanya baru lihat versi animenya. Kenapa ini menarik karena saya coba ingin meniru hal yang dilakukan oleh pemeran utama atau MC nya dan alasannya. Karena takut terlalu spoiler, Jadi Saya disini hanya akan mereview secara garis besar dan mengapa teman-teman coba harus nonton juga. Latar cerita anime ini, Tidak dijelaskan mengapa orang-orang berubah jadi zombie jadi tiba-tiba langsung jadi zombie tapi latar cerita utamanya adalah tentang i mpian seseorang menjadi pegawai di perusahaan Impian. Kenapa Latar cerita tersebut ini dijadikan Latar utamanya, Walaupun ini tema zombie tapi tujuan utama ini lebih ke arah Motivasinya dan Realita kejam kehidupan.  Awal Cerita si MC ini sudah diterima tempat kerja impian dan disambut dengan pesta penyambutan, biasa dengan makan-mak

Tanah Abang Masih difavoritkan untuk segmen Ibu-ibu, Bagaimana dengan anak mudanya?

  Sebelum H-1 puasa saya dan orang tua pergi ke Tanah Abang, benar saja Sangat Ramai terutama di Blok pakaian dan Tempat Makanan. Seperti kata pedagang ini akan terus ramai sampai Lebaran, Saya cek di kanal web berita benar sampai sekarang Ramai. Peningkatan omset pedagang hampir lebih 50%. Seperti kita tahu pemberitaan Tanah Abang sebelum-belumnya banyak yg protes pedagangnya karena penurunan omset. Mereka menuntut seperti pembelajaan online seperti TikTok shop, Shopee diblokir. Namun setelah tiktok shop diblokir sementara, tanah Abang masih sepi untuk hari-hari biasa. Yups menurut saya segmen tanah Abang lebih ke Ibu-ibu dan bapak yang untuk belanja pribadi ataupun dijual kembali. Dan saya cek di toko anak muda seperti pakaian dan toko sport, memang sepi pembeli. Saya amati juga jarang banget melihat anak muda yang lewat, hanya beberapa saja. Namun ketika saya cek di Toko pakaian terutama pakaian muslim, Sangat Ramai pembeli ibu-ibu dan Bapak-bapak. Artinya Segmen utama tanah Abang a

Trends Berburu Takjil Non Islam yang Viral

  Budaya keberagaman yang harus dilestarikan, Budaya keberagaman yang dibalut bercanda, saling menghormati dan mamajukan perekonomian. Netizen sosmed seperti Twitter memang keren-keren, Bagaimana membalut keberagaman menjadi konten yang menarik dan lucu. Untukmu agamamu dan untukku Takjilmu, itulah quote viral yang banyak diikuti warga Net Non Islam sambil membuat konten beli takjil. Keberagaman di Indonesia memang sangat kental terutama agama, tak heran sering jadi gesekan seperti yg lagi hot Nyepi di Bali, Tapi dengan Saling paham kita bisa menghormati dengan cara seperti ini tanpa saling sikut. Dengan cara ini juga membuat perekenomian bisa maju, Warga mulai banyak yang mengikuti beli takjil sambil ngonten, Alhasil Umkm mulai terbantu. Muslim senang, Non muslim, senang dan Umkm Pedagang terbantu. Konten creator dapat konten dan ikut membantu penyebaran hal positif (pahala) dan tentu saja netizen terhibur. Baca juga Kenapa Orang yang punya pendidikan dan Link lebih mudah Sukses.