Langsung ke konten utama

Ngonten Malas? Mungkin belum jadi kebiasaan, Memang Seberapa lama agar menjadi kebiasaan?

 

Penyakit ngonten atau bisnis adalah anget-angetan alias semangatnya di awal-awal dan tergantung mood. Jadi tidak heran tidak ada perkembangan signifikan atau mudah kandas berhenti.

Nah berbeda jika sudah menjadi kebiasaan, kita mengerjakannya bukan terpaksa lagi namun menjadi kebutuhan. Kalau tidak dikerjakan kita merasa kurang.

Nah agar menjadi kebiasaan atau habit itu butuh berapa lama seh?

Menurut penelitian Ernesto Lira de la Rosa, PhD , psikolog dan Penasihat Media Hope for Depression Research Foundation, kepada Health

Butuh beberapa Minggu atau kurang sebelum, ada juga yang butuh 3-6 bulan tergantung beberapa faktor.

1. Seberapa Sulit kebiasaan atau habit tersebut

Dalam penelitian 30.000 orang yang coba membiasakan pergi ke gym dan 3.000 perawatan yang coba membiasakan mencuci tangan.

Hasilnya butuh 6 bulan yang sudah terbiasa pergi ke Gym untuk kesehatan, sedangkan yang perawat hanya butuh beberapa Minggu saja untuk menjadi kebiasaan mencuci tangan.

Jadi jika kesulitan ngontennya banyak coba dikurangi dulu yang membuat sulitnya, bisa fokus ke yang mudah dulu.

Seperti artikel sebelumnya saya Ini alasan mengapa Membuat konten tidak perlu nunggu Siap atau Sempurna

2. Imbalan atau Manfaat 

Alias seberapa besar kebiasaan tersebut bermanfaat baginya, Misal ngonten jika terus dapat hasil uang tentu akan lebih bersemangat.

Beda yang tidak menghasilkan, cenderung akan tidak semangat. Jadi perlu yang namanya small winning untuk menambah semangat.

Small winning adalah kemenangan kecil-kecil dulu, misal konten kita diapresiasi orang lain karena bagus atau bermanfaat. Tentu akan membuat kita senang dan semangat ngonten lagi.

Tentu tidak selalu uang, misalnya dengan ngonten memangbuat kita lebih rajin membaca dan belajar.

3. Faktor Lingkungan terutama orang terdekat.

Jika teman dan keluarga tidak mendukung ini akan menghambat dan ini yang sering terjadi orang terdekat malah menyepelekan dan nyinyir.

Jadi jika mereka tidak mendukung sebaiknya jangan perlihatkan ke mereka lagi berproses dalam diam.

Selanjutnya mencari teman yang sefrekuensi seperti komunitas.

4. Motivasi Diri.

Banyak yang bergerak karena motivasi diri nya kuat seperti ingin keluar dari zona kesakitan, kemiskinan hingga kebosanan. Sehingga ingin segera keluar dari zona tersebut.

5. Konsistensi 

Konsistensi adalah memaksakan diri disiplin melakukan hal tersebut berulang walaupun tidak suka atau benci.

Konsistensi itu seperti minum obat walaupun pahit kita harus rajin teratur minum obat agar segera sembuh.

Kalau kata mas ippho Santosa Memulai adalah menyelesaikan setengah pekerjaan dan setengah lagi adalah konsistensi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Zom 100 : Mewujudkan 100 Impian Sebelum Menjadi Zombie

 Kalau judul dalam bahasa Inggris  Zom 100 : Bucket List of The Dead dan  judul Versi Bahasa Jepang adalah  Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto. Versi live action Netflix jepang pun sudah ada tapi disini Saya hanya baru lihat versi animenya. Kenapa ini menarik karena saya coba ingin meniru hal yang dilakukan oleh pemeran utama atau MC nya dan alasannya. Karena takut terlalu spoiler, Jadi Saya disini hanya akan mereview secara garis besar dan mengapa teman-teman coba harus nonton juga. Latar cerita anime ini, Tidak dijelaskan mengapa orang-orang berubah jadi zombie jadi tiba-tiba langsung jadi zombie tapi latar cerita utamanya adalah tentang i mpian seseorang menjadi pegawai di perusahaan Impian. Kenapa Latar cerita tersebut ini dijadikan Latar utamanya, Walaupun ini tema zombie tapi tujuan utama ini lebih ke arah Motivasinya dan Realita kejam kehidupan.  Awal Cerita si MC ini sudah diterima tempat kerja impian dan disambut dengan pesta penyambutan, biasa dengan makan-mak

Tanah Abang Masih difavoritkan untuk segmen Ibu-ibu, Bagaimana dengan anak mudanya?

  Sebelum H-1 puasa saya dan orang tua pergi ke Tanah Abang, benar saja Sangat Ramai terutama di Blok pakaian dan Tempat Makanan. Seperti kata pedagang ini akan terus ramai sampai Lebaran, Saya cek di kanal web berita benar sampai sekarang Ramai. Peningkatan omset pedagang hampir lebih 50%. Seperti kita tahu pemberitaan Tanah Abang sebelum-belumnya banyak yg protes pedagangnya karena penurunan omset. Mereka menuntut seperti pembelajaan online seperti TikTok shop, Shopee diblokir. Namun setelah tiktok shop diblokir sementara, tanah Abang masih sepi untuk hari-hari biasa. Yups menurut saya segmen tanah Abang lebih ke Ibu-ibu dan bapak yang untuk belanja pribadi ataupun dijual kembali. Dan saya cek di toko anak muda seperti pakaian dan toko sport, memang sepi pembeli. Saya amati juga jarang banget melihat anak muda yang lewat, hanya beberapa saja. Namun ketika saya cek di Toko pakaian terutama pakaian muslim, Sangat Ramai pembeli ibu-ibu dan Bapak-bapak. Artinya Segmen utama tanah Abang a

Trends Berburu Takjil Non Islam yang Viral

  Budaya keberagaman yang harus dilestarikan, Budaya keberagaman yang dibalut bercanda, saling menghormati dan mamajukan perekonomian. Netizen sosmed seperti Twitter memang keren-keren, Bagaimana membalut keberagaman menjadi konten yang menarik dan lucu. Untukmu agamamu dan untukku Takjilmu, itulah quote viral yang banyak diikuti warga Net Non Islam sambil membuat konten beli takjil. Keberagaman di Indonesia memang sangat kental terutama agama, tak heran sering jadi gesekan seperti yg lagi hot Nyepi di Bali, Tapi dengan Saling paham kita bisa menghormati dengan cara seperti ini tanpa saling sikut. Dengan cara ini juga membuat perekenomian bisa maju, Warga mulai banyak yang mengikuti beli takjil sambil ngonten, Alhasil Umkm mulai terbantu. Muslim senang, Non muslim, senang dan Umkm Pedagang terbantu. Konten creator dapat konten dan ikut membantu penyebaran hal positif (pahala) dan tentu saja netizen terhibur. Baca juga Kenapa Orang yang punya pendidikan dan Link lebih mudah Sukses.